Tampilkan postingan dengan label Utama. Tampilkan semua postingan

Indonesia Menang di Pameran Furniture Eropa

Meski baru pertama kali menjajaki pameran furnitur Eropa, Indonesia berhasil meraih Best Performance Design Stand di pameran furnitur kelas dunia, Salon du Meuble di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu.

"Partisipasi Indonesai pada Salon du Meuble merupakan kehormatan tersendiri, karena proses turut serta dalam pameran tersebut tidak mudah, namun harus melalui proses pemilihan oleh kurator dunia," kata Menteri Perdagangan Mari Pangestu dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews di Jakarta, Jumat 6 Februari 2009. "Dengan kerja keras dan kreatifitas, Stand Indonesia mendapat kerhormatan sebagai pemenang Best Performance Design Stand",

Menteri Perdagangan mengatakan, prestasi ini merupakan kebanggaan, karena meskipun di tengah kelesuan ekonomi global Indonesia berusaha menembus pasar furnitur dunia. "Indonesia bukan saja diakui dalam hal kreativitas tetapi juga kualitas," lanjut Mari.

Empat peserta asal Indonesia berhasil melewati seleksi ketat kurator kelas dunia, yaitu Marcelindo, PT Jaya Prima Mandiri, PT Mia Collection, dan disainer furnitur, Alvin

Ajang promosi produsen dan disainer furnitur dunia berlangsung 22 - 26 Januari 2009 di Paris le Bourget, bersamaan dengan pameran Maison de Objet yang diselenggarakan pada 24 - 27 Januari 2009.

Produk furnitur yang ditampilkan stand merupakan variasi furnitur yang ada di Indonesia, tidak saja mempunyai kualitas baik tapi juga mempunyai kreativitas. Di antaranya Indoor & Outdoor Furniture, Lighting, Home Accessories, Rattan Furniture, Kawong, Circle2 Table, Inge, Round Table Benc, Satool, dan Snug.

Alvin, salah satu desainer muda Indonesia yang telah lolos seleksi, berada di hal khusus produk furnitur yang bergaya kontemporer. Kedua pameran digelar di tempat yang sama dan memberi peluang kepada paviliun Indonesia untuk tampil dengan ciri khas Indonesia.

Pameran ini berkesempatan meraih peluang terbaik untuk menembus pasar Eropa, dan pasar Perancis karena merupakan pasar yang menjanjikan.

Pembeli yang datang ke paviliun Indonesia dan mengadakan kontrak dagang dengan peserta pameran bukan saja dari Perancis tetapi juga dari beberapa negara lain seperti Jepang, Turki, Israel, Yunani, Inggris, Jerman, Maroko, Portugal, dan beberapa negara Asia lainnya.



Sumber : http://bisnis.vivanews.com

Posted in | Leave a comment

Indonesia Berhasil Buat Film Animasi Layar Lebar Pertama

Sing to The Dawn

JAKARTA - Indonesia akhirnya berhasil membuat film animasi 3D pertama yang ditayangkan di layar lebar. Film tersebut berjudul Meraih Mimpi yang diproduksi Infinite Frameworks (IFW), studio animasi yang berpusat di Batam.
"Kami bangga bisa meluncurkan Meraih Mimpi ke pasar Indonesia," ujar Managing Director IFW, Mike Wiluan, dalam konferensi pers yang berlangsung di Hotel Hyatt, Jakarta, Senin (27/7).
Film Meraih Mimpi sendiri sebenarnya merupakan adapatasi dari buku karya Minfung Ho berjudul Sing to The Dawn. Buku tersebut bercerita tentang kakak beradik yang berusaha melindungi tempat tinggal mereka dari kontraktor penipu.
IFW membuat adapatasi buku Minfung Ho tersebut atas permintaan pemerintah Singapura yang ingin buku wajib baca di beberapa SD di Singapura tersebut dibuat filmnya. Begitu mendapat tawaran, IFW langsung memulai pengerjaan film Sing to The Dawn. Perlu tahu saja dari 150 animator hampir semuanya orang Indonesia dan hanya 5 orang asing.
Pengerjaan dilakukan sepenuhnya di Batam selama tiga tahun dan memakan biaya sebesar 5 juta dollar AS. Setelah film selesai dibuat pada tahun 2008, film Sing to The Dawn mulai didistribusikan ke berbagai negara mulai dari Singapura, Korea, dan Rusia. Sing to The Dawn tidak langsung diluncurkan ke Indonesia karena IFW ingin memperkenalkan Sing to The Dawn ke penonton luar terlebih dahulu.
"Sing to The Dawn tidak langsung kami luncurkan ke Indonesia karena kami ingin meraih international recognizition terlebih dahulu. Setelah itu, kami baru meluncurkan di Indonesia agar masyarakat tahu bahwa ada studio animasi di Indonesia," jelas Wisnu Triatmojo, Jubir IFW.
Sing to The Dawn baru dilokalisasi ke dalam versi Indonesia pada tahun ini dengan judul Meraih Mimpi. Nia Dinata direkrut untuk membantu proses script writing dan Erwin Gutawa diminta langsung untuk mengkomposisi ulang musik yang akan mengiringi film.
Di samping itu, beberapa artis terkenal seperti Gita Gutawa, Cut Mini, dan Shanty juga terlibat sebagai pengisi suara. Meraih Mimpi akan mulai tayang di bioskop-bioskop pada tanggal 8-9 September 2009, dimulai dari jaringan bioskop XXI Indonesia.






Sumber : http://tekno.kompas.com

Posted in | Leave a comment

14 Roket Berhasil Diluncurkan



SM/Juli Nugroho PELUNCURAN: Lapan berhasil mengujicoba peluncuran roket di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, Minggu (9/12). Gambar searah jarum jam menunjukkan petugas mempersiapkan Roket Experimental (RX) 100, peluncur roket ditegakkan, mulai diluncurkan, dan melesat di udara. (57)


YOGYAKARTA- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan percobaan peluncuran roket buatan di Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu.
Dalam percobaan tersebut semula akan diluncurkan 16 roket, yang terdiri atas 12 Roket Uji Muatan (RUM), dua roket seri Rx 100, dan dua roket duplikat buatan PRMI (Perkumpulan Roket Mahasiswa Indonesia) yang pernah diluncurkan 1963 oleh mahasiswa UGM. Namun, dua di antara roket itu, yaitu satu seri RUM dan satu lagi duplikat PRMI, gagal diluncurkan karena masalah pada pembakaran.
Proses peluncuran yang dilakukan satu persatu dengan pertimbangan keamanan itu diawali dengan roket duplikat milik PRMI. Dengan kekuatan angin rendah, roket meluncur dengan cepat ke arah lautan lepas. Kemudian disusul 12 roket RUM, yang juga diluncurkan satu per satu. Berbeda dengan seri PRMI dan Rx 100, setelah diterbangkan dan mencapai titik tertentu, parasut roket seri RUM terbuka dan turun kembali ke bawah.
Ketua Lapan, Adi Sadewa Salatun mengatakan, roket merupakan bagian kecil dari tugas lembaga tersebut. Sejak 1963, Lapan vakum dari kegiatan pembuatan roket karena konsentrasi pada pembuatan pesawat terbang.
"Dengan percobaan peluncuran roket kali ini, kami berharap dapat mengembalikan minat masyarakat pada roket dan sekaligus sebagai bentuk demonstrasi promosi, karena pada 2008 Lapan akan menyelenggarakan lomba membuat roket untuk kalangan SMU, mahasiswa, dan militer," katanya.
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Soedjarwadi mengatakan, UGM memiliki anak didik yang mampu meneruskan perjuangan PRMI pada 1963 dan siap mendukung kedirgantaraan Indonesia melalui segala bentuk kegiatan. Peluncuran tersebut mampu menarik minat masyarakat untuk menonton. Masyarakat telah memadati jalan raya sekitar satu kilometer sebelum pantai tersebut sejak pukul 05.30. (H42,ant-46)



Sumber : http://www.suaramerdeka.com

Posted in | Leave a comment

Indonesia Cetak Rekor Lari Sprint di Sea Games

VIENTIANE - ’’Pecah rekor!’’ teriak pelari tercepat Indonesia saat ini, Suryo Agung Wibowo, setelah mengetahui catatan waktu terbaiknya di nomor lari 100 meter putra SEA Games Ke-25 di Stadion National Sport Complex di Vientiane, Laos, kemarin. Catatan waktunya adalah 10,17 detik.
Dengan cacatan waktu tersebut, dia memecahkan dua rekor sekaligus.  Yakni rekor SEA Games atas namanya sendiri yang diukir pada SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, dengan catatan waktu 10,25 detik dan rekornas atas nama Mardi Lestari pada PON 1989 yang 10,20 detik.
Dengan pemecahan rekor tersebut, Suryo akan mendapatkan bonus Rp 200 juta dari pemerintah. Menurut Sekjen Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Tigor Tanjung, pihaknya juga akan memberikan bonus tersendiri.
’’Sebelum berangkat ke sini, kami telah memberikan iming-iming bonus bagi atlet yang memecahkan rekor,’’ ujar Tigor Tandjung  kepada Suara Merdeka, kemarin.
Pelari tercepat kedua nomor tersebut adalah Wachara Sondee dari Thailand dan Fadlin dari Indonesia. Sondee mencatat waktu 10,30 detik, sementara Fadlin 10,62 detik. Dengan demikian, atlet Indonesia di nomor tersebut meraih emas dan perunggu.
Suryo Agung begitu percaya diri saat akan memulai perlombaan. Hal itu tampak dalam pemanasan. Wajahnya sedikit pun tidak tegang.
Begitu tanda start dibunyikan, setelah melesat pada jarak 30 meter, dia meninggalkan semua lawannya hingga meraih posisi pertama. Begitu finis, seperti biasa PNS di kantor Menpora Jakarta itu langsung memegang telinga kanannya seraya berlari seperempat lapangan.
Saat kembali ke kerumunan wartawan, dia langsung berteraik ’’Pecah rekor!’’.
Menurut Tigor Tanjung, keberhasilan pemecahan dua rekor oleh Agung tersebut berkat latihan yang keras dan percaya diri di lapangan. Di tengah-tengah latihan di Indonesia, dia pun mencatat prestasi baik di setiap try out tingkat nasional dan internasional.
’’Saya lihat start dia bagus. Akselerasinya juga bagus. Makanya, pada jarak 30 meter, 40 meter, dia langsung melesat. Secara teknis, dia paling bagus. Sebab, persiapannya memang sudah baik,’’ ujar Tigor.
Apa komentar Agung? ’’Saya berterima kasih kepada Allah yang telah memberi rezeki pada hari ini sehingga dapat memecahkan dua rekor sekaligus. Terima kasih atas doa masyarakat Indonesia,’’ tuturnya.
Suryo Agung terlihat menangis ketika diberi ucapan selamat oleh pelatihnya, Ny Eni Nuraini. Pelatih berjilbab tersebut juga terlihat sama, matanya berkaca-kaca begitu pelukan keduanya lepas.
’’Tentu saya bangga lantaran persiapan ke sini hanya setahun,’’ ucap Ny Eni. (A2-40)



Posted in | 1 Comment

KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA


Akhirnya Indonesia bisa memproduksi kapal perang berjenis Landing Platform Dock (LPD) sendiri. PT PAL Indonesia berhasil membuat kapal perang yang diberi nama KRI Banjarmasin 592.

KRI Banjarmasin-592 merupakan kapal ketiga dari rencana empat kapal baru jenis LPD yang akan memperkuat Armada kapal perang TNI AL. Dua kapal LPD yang telah memperkuat TNI AL sebelumnya adalah KRI Makassar-590 dan KRI Surabaya-591. Keduanya buatan PT Daewoo International Corporation, Korea Selatan, dan diserahkan kepada TNI AL tahun 2008.

Direktur PT PAL Indonesia, Harsusanto mengatakan, sebenarnya empat kapal perang tersebut semuanya dipesan kepada Daewoo. Namun, PT PAL mendapatkan sub dan diberi kepercayaan memproduksi dua unit.

"Setelah KRI Banjarmasin-592 ini jadi, pihak Korea Selatan mengakuinya. Secara desain dan teknologi, ini murni PT PAL dan itu diakui oleh PT Daewoo," ucap Harsusanto, saat ditemui di sela-sela peresmian kapal, Sabtu 28 November 2009.

VIVAnews kutip dari laman PT PAL Indonesia, kapal buatan PT PAL Indonesia punya kualitas yang lebih dibandingkan dua kapal yang dibangun di Korea Selatan.

Penyempurnaan itu disesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut. Kelebihan KRI Banjarmasin 592 salah satunya adalah mampu memuat helikopter lebih banyak, dari tiga buah menjadi lima buah helikopter.

Selain itu, kecepatan kapal juga lebih tinggi dibandingkan kapal perang buatan Korea Selatan, yakni dari 15 knots menjadi 15,4 knots.

Kelebihan lain yang dimiliki KRI Banjarmasin 592 adalah bentuk bangunan atas yang lebih 'stealth design' yang dapat mengurangi 'radar cross section' sehingga tidak mudah ditangkap radar lawan.

"Getaran kapal juga sangat rendah sehingga menambah kenyamanan kru kapal dalam pelayaran."

Pembangunan KRI Banjarmasin 592 secara mandiri, PT PAL mendapatkan keuntungan transfer teknologi. Sebab, kapal perang pertama buatan RI ini memiliki teknologi khusus anti radar lawan.

Dengan berbekal pengalaman membuat KRI Banjarmasin 592, PT PAL siap melaksanakan pembangunan kapal perisai kawal rudar (PKR) maupun tank laut atau landing ship tank, sesuai kebutuhan TNI Angkatan Laut.

Data Teknis Landing Platform Dock 125m – KRI BANJARMASIN - 592

• Length Over All = 125 M
• Length Between Perpendicular = 109,2 M
• Breath = 22.0 M
• Depth (Tank Deck)/Truck Deck = 6,7 M / 11,3 M
• Draft : Max = 4,9 M
• Displacement = 7.300 Ton
• Kecepatan Maksimum = 15 Knots
• Endurance days = 30 days
• Cruisning Range = 10.000 Miles
• Max Embarcation = 344 person (Crew 126; Troops 218)
• Helicopter = 5 unit
• LCVP = 2 unit

from VIVAnews

Posted in | Leave a comment

KAPAL AIR BERSAYAP BUATAN INDONESIA



Dalam Pameran Riset dan Teknologi tanggal 8 Agustus 2008 Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman melakukan Roll-Out secara simbolis pesawat Wing-in-Surface Effect (WiSE) Belibis dengan kode nomor SDJ A2B untuk menghormati salah satu inovatornya, yaitu Prof. Said D. Jenie PhD, Kepala BPPT yang telah meninggal tanggal 11 Juli 2008.

Proses Roll-Out yang dilakukan oleh Menristek tersebut merupakan pertanda, hasil perekayasaan tim yang dilaksanakan secara bersama oleh BPPT, ITS, ITB, dan PT DI telah siap untuk dilakukan uji layak terbang.

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi, BPPT, Ir. Iskendar, M.S menjelaskan, WiSE adalah kapal bersayap yang memanfaatkan fenomena ''ground effect'' yaitu bantalan udara dinamik yang timbul ketika wahana terbang sangat rendah di atas permukaan.

Fenomena tersebut meningkatkan rasio daya angkat dan daya hambat (lift to drag ratio), L/D), yang menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dari pesawat konvensional.

WiSE mempunyai kemampuan untuk lepas landas dan mendarat di air sehingga hanya membutuhkan dermaga modifikasi untuk merapat, menjadikan suatu kelebihan untuk daerah pulau-pulau yang tidak memiliki fasilitas bandara.

Dalam pengembangan kapal bersayap WiSE, dibuat suatu prototipe yang akan diuji untuk proof of concept dengan kapasitas 8 seater.

Dalam prosesnya diperlukan pengujian model skala menggunakan teknologi remote control untuk mempelajari konfigurasi serta pembuatan prototipe skala 2 seater yang akan dipakai untuk menjembatani studi dengan prototipe skala penuh. Prototipe skala 2 seater di antaranya untuk memperkenalkan serta melatih pilot dalam mengemudikan wahana WiSE.

Khusus untuk prototipe skala 2 seater, pembangunannya dilaksanakan oleh BPPT dengan dukungan dana dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) dan pelaksanaan manufaktur oleh galangan kapal PT Carita Boat Indonesia.

Wahana tersebut dirancang berdasarkan konfigurasi WiSE-8 dengan sebagian besar menggunakan bahan komposit karbon. Prototipe ini disebut WiSE Belibis ‘SDJ A2B’.

Aktivitas uji layar-terbang dilaksanakan di Bojonegara, Teluk Banten setelah sebelumnya dilakukan kegiatan pra-pengujian. Jenis pengujian meliputi Sea Trial untuk mengevaluasi performa handling di air dan Flight Test untuk memperoleh data performa terbang di ketinggian ground effect.

WiSE adalah Sarana transportasi air antarpulau yang mampu terbang dengan ketinggian khusus 1-3 meter di atas permukaan air dengan kecepatan maksimal 80 knot atau berkisar 144 kilometer per jam, telah dipesan Investor. Hal ini bagian dari Program Pendamping Entrepreneurship atas prakarsa Ciputra—penerima gelar Perekayasa Utama Kehormatan BPPT.

”Prototipe Kapal Bersayap WiSE-8 (Wing in Surface Effect-8) yang sudah diuji berkapasitas delapan tempat duduk. Sementara pesanan investor itu 22 tempat duduk,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPPT Wahono Sumaryono, Jumat (7/11) di Jakarta.

Wahono mengatakan, keterbatasan tempat duduk pada Kapal Bersayap WiSE-8 hanya karena persoalan efisiensi dana riset. ”Saat ini masih dibahas mengenai kebutuhan investasi untuk mengembangkan kapal bersayap dengan 22 tempat duduk. Investor itu bersedia mendanainya,” kata Wahono, yang memprediksikan riset pengembangannya dapat diselesaikan dalam setahun.

Posted in | Leave a comment

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.